Pembangunan Dapur MBG Di Wilayah 3T Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo Mendapat Pendampingan Langsung Dari Babinsa Investor Dan Kepala Desa

By Sinthya Airin 16 Nov 2025, 16:41:03 WIB Berita Terkini
Pembangunan Dapur MBG Di Wilayah 3T Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo Mendapat Pendampingan Langsung Dari Babinsa Investor Dan Kepala Desa

Bongomeme, 16 November 2025 – Suasana hangat menyelimuti Desa Liyoto dan Liyodu saat warga bersama aparat bersiap menyambut proses verifikasi dapur MBG untuk daerah 3T. Anggota Koramil 1315-03/Tabongo hadir pukul 13.30 Wita, berdampingan dengan masyarakat, meninjau kesiapan lapangan dan dokumen sebelum pembangunan fisik dimulai.

Begitu tiba, Babinsa Kopda Sutomo dan Kopda Moh. Pandik langsung meninjau lokasi bersama kepala desa dan investor dapur MBG 3T. Dengan sikap tegas namun ramah, mereka memberikan arahan kepada calon petugas lapangan dan warga yang ikut terlibat. Fokus utama adalah memastikan titik lokasi pembangunan dapur tepat sasaran dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Investor Dapur MBG 3T, Bapak Ewin Malango, hadir untuk meninjau sekaligus memberi arahan teknis terkait pembangunan. Ia menekankan pentingnya dapur MBG dapat memenuhi standar gizi anak-anak sekaligus memberdayakan masyarakat setempat. Kehadiran Kepala Desa Liyoto, Bapak Imran Ahyar, dan Kepala Desa Liyodu, Bapak Yunus H. Djangga, menambah kekuatan koordinasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

Proses verifikasi dimulai dengan peninjauan lokasi yang sudah direncanakan sebelumnya. Setiap titik dievaluasi berdasarkan ketersediaan bahan baku, akses jalan, keamanan lingkungan, dan kesiapan warga untuk mendukung pembangunan. Diskusi interaktif muncul ketika warga memberikan masukan tentang kondisi lapangan yang mungkin memerlukan penyesuaian sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Kegiatan ini menekankan kolaborasi lintas pihak. Babinsa Koramil 1315-03 Tabongo tidak hanya mendampingi tetapi juga memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran mereka dalam keberhasilan dapur MBG. Arahan yang diberikan menekankan nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.

Demi mempercepat penurunan angka stunting di wilayah terpencil. Kedua, memastikan anak-anak di daerah terluar mendapatkan gizi yang sama baiknya dengan anak-anak di daerah lain. Ketiga, memberdayakan ekonomi lokal melalui penguatan perekonomian petani dan pembukaan lapangan kerja baru.

Selain itu, dapur MBG juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan dan gizi. Setiap warga yang terlibat diberikan pelatihan singkat tentang pengolahan makanan sehat, manajemen dapur, dan cara menjaga kualitas gizi. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program dapur MBG.

Kegiatan berlangsung dengan interaksi yang hangat. Kepala desa, Babinsa, dan investor duduk bersama membahas tiap titik pembangunan, menimbang masukan warga, dan menyepakati langkah berikutnya. Suasana kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menjawab tantangan pembangunan di wilayah 3T.

Sekitar pukul 15.30 Wita, peninjauan lapangan selesai. Para peserta kembali ke titik koordinasi untuk menyimpulkan hasil verifikasi. Setiap titik yang telah diverifikasi ditandai sebagai lokasi prioritas pembangunan dapur MBG. Keputusan ini menjadi dasar bagi proses pembangunan fisik yang akan dimulai segera.

Kegiatan pendampingan verifikasi ditutup pada pukul 16.30 Wita. Semua pihak menyatakan bahwa kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana. Tidak ada kendala berarti selama proses berlangsung, dan semangat seluruh peserta terlihat tinggi.

Dari halaman Desa Liyoto dan Liyodu, terlihat jelas sinergi antara TNI, pemerintah desa, investor, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi pondasi kuat agar dapur MBG 3T tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan warga lokal secara berkelanjutan.

Dengan selesainya verifikasi, proses pembangunan dapur MBG memasuki tahap implementasi. Semangat masyarakat dan dukungan lintas pihak memastikan setiap anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal akan mendapatkan gizi yang layak. Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa kerja sama, koordinasi, dan kepedulian bersama mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah 3T.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment