Partisipasi TNI Menjadi Teladan Kepedulian Lingkungan Dan Kesejahteraan Masyarakat

By Sinthya Airin 20 Nov 2025, 08:35:21 WIB Berita Terkini
Partisipasi TNI Menjadi Teladan Kepedulian Lingkungan Dan Kesejahteraan Masyarakat

Limboto, 20 November 2025 — Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah II, tepat pukul 07.08 Wita, kegiatan Pencanangan Hari Bakti PU dan Bersih-Bersih Sungai resmi dimulai. Wajah-wajah antusias tampak memenuhi area kegiatan dari pejabat pemerintahan hingga masyarakat umum semua bersatu dalam gerakan menjaga kebersihan sungai, simbol kehidupan yang selama ini memberi manfaat bagi banyak orang.

Ketika pukul 07.08 Wita menandai awal kegiatan, suasana di halaman Kantor BWS Wilayah II semakin semarak. Wakil Gubernur Gorontalo Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H., tiba dengan langkah mantap, diapit Kepala BWS II Gorontalo Rahmat, S.T., M.T., dan Kepala Dinas PU Provinsi Gorontalo Ir. Aries Adrianto, M.M. Di sisi lain, Dandim 1315/Kab. Gorontalo Letkol Arh. Roma Laksana Yudha, S.Ap., M.Sos., Kapolres AKBP Ki Ide Bagus Tri, S.I.K., Danramil 1315-02/Limboto Lettu Inf. Liwang, S.H., Camat Limboto Abdul Azis Pakaya, S.ST., serta komunitas peduli sungai dan pegawai PUPR terlihat siap mendukung jalannya acara.

Kegiatan dimulai dengan suasana penuh khidmat. Setelah registrasi dan doa, Kepala Balai Wilayah Sungai menyampaikan laporan kegiatan. Ia menekankan bahwa menjaga sungai bukan hanya tugas teknis, melainkan tanggung jawab sosial seluruh lapisan masyarakat. Sungai, katanya, adalah sumber kehidupan yang menghubungkan manusia dengan alam. Tanpa kepedulian bersama, pembangunan sebesar apa pun akan kehilangan maknanya.

Sambutan Wakil Gubernur menjadi momen penting dalam kegiatan tersebut. Dengan suara lantang dan bersemangat, Idah Syahidah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pekerjaan Umum yang telah bekerja keras membangun Gorontalo di tengah keterbatasan anggaran. Ia mengajak semua pihak menjadikan kegiatan ini momentum untuk berinteraksi langsung dengan alam, terutama dengan sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

Dalam pandangannya, pembangunan tidak hanya diukur dari jalan yang diaspal atau jembatan yang dibangun, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh rakyat. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota agar seluruh program infrastruktur berjalan berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin Gorontalo tumbuh dengan pembangunan yang adil dan berkesinambungan,” ujarnya optimis.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi simbolik bersih-bersih sungai di kawasan sekitar BWS Wilayah II. Di bawah sinar matahari yang mulai hangat, para peserta tampak kompak bekerja sama. Dengan sarung tangan dan kantong sampah di tangan, mereka memungut plastik, dedaunan, dan limbah rumah tangga yang menyumbat aliran air. Dandim Letkol Arh. Roma Laksana Yudha dan Kapolres AKBP Ki Ide Bagus Tri turut turun langsung ke tepi sungai, menjadi teladan nyata bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas instansi tertentu, tetapi tanggung jawab bersama.

Kegiatan sederhana ini menyimpan makna mendalam. Membersihkan sungai bukan sekadar mengangkat sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Hari Bakti PU ke-80 tahun ini mengusung tema Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju sebuah pesan kuat bahwa pembangunan sejati harus berpijak pada keseimbangan antara kemajuan fisik dan kelestarian alam.

Semangat gotong royong tampak jelas sepanjang kegiatan. Para pegawai BWS, aparat pemerintah, dan masyarakat saling bahu-membahu tanpa sekat jabatan. Di sela kerja bakti, tawa ringan terdengar di antara percakapan mereka, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Dari yang muda hingga yang tua, semua larut dalam semangat kebersamaan. Itulah wajah sejati pembangunan yang berakar dari hati.

Menjelang siang, kegiatan berakhir dengan rasa puas dan bangga. Sungai yang sebelumnya tampak kotor kini lebih bersih, dan airnya mulai mengalir lancar. Wajah-wajah lelah para peserta tersenyum lega, seolah menemukan makna baru dari kata pembangunan. Kegiatan ini bukan hanya seremonial memperingati Hari Bakti PU, tetapi juga refleksi tentang tanggung jawab manusia terhadap alam dan masa depan.

Membangun negeri bukan sekadar menegakkan bangunan, melainkan menumbuhkan kesadaran. Infrastruktur akan kokoh bila didirikan di atas fondasi kepedulian, kerja sama, dan cinta terhadap bumi. Hari Bakti PU di Gorontalo menjadi bukti bahwa pembangunan sejati dimulai dari hati yang bersih, seperti sungai yang kembali mengalir jernih.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment