Kehangatan Dapur MBG Di Kecamatan Tibawa Membangun Kebersamaan Dan Cinta Untuk Generasi Penerus Bangsa

By Sinthya Airin 18 Nov 2025, 12:22:23 WIB Berita Terkini
Kehangatan Dapur MBG Di Kecamatan Tibawa Membangun Kebersamaan Dan Cinta Untuk Generasi Penerus Bangsa

Tibawa, 18 November 2025 — Sejak sinar matahari menembus awan tipis pagi itu, dapur Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Tibawa sudah ramai oleh kesibukan. Aroma ayam goreng bumbu rendang bercampur dengan wangi sayur sup bening memenuhi udara. Di antara aktivitas yang serba cepat itu, Koptu Manna, Babinsa Koramil 1315-04/Tibawa, terlihat memantau dengan tenang. Dengan seragam lorengnya, ia hadir untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan seluruh makanan tersalurkan tepat sasaran.

Suasana dapur menjadi denyut utama kegiatan nasional ini. Di tengah hiruk pikuk suara alat masak dan obrolan para petugas, Arisanti Cheline Kukus, S.Kep., Ns., Kepala Dapur MBG Kecamatan Tibawa, berdiri memimpin dengan sigap. Ia memastikan setiap kotak makanan disiapkan dengan standar gizi dan kebersihan yang ketat. “Lebih dari tiga ribu paket kami siapkan hari ini, semuanya dikerjakan dengan hati,” ujarnya sambil menyeka peluh, menandakan kesungguhan yang tak pernah pudar di tengah padatnya tanggung jawab.

Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar kegiatan sosial. Program ini lahir dari kepedulian negara untuk mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Di Kecamatan Tibawa, semangat itu diterjemahkan dalam kerja sama antara TNI, pemerintah, dan sekolah. Mereka bahu-membahu membangun rantai kebaikan yang bermula dari dapur sederhana namun berakhir di wajah ceria ribuan anak sekolah.

Sekitar pukul 08.00 Wita, deretan kendaraan pengantar makanan mulai meninggalkan dapur. Tujuan pertama adalah TK Permata Ummat dan SD Permata Ummat. Anak-anak menyambut dengan tawa riang, sebagian melambaikan tangan sambil menunggu kotak makanan dibagikan. Dalam setiap paket, tersaji nasi putih hangat, ayam goreng bumbu rendang, tempe goreng, sayur kol tumis, dan potongan semangka segar menu sederhana yang mengandung makna besar tentang perhatian dan kasih sayang negara terhadap mereka.

Koptu Manna terlihat tak sekadar mengawasi. Ia ikut membantu, memindahkan kotak makanan dari mobil ke meja, berbincang ringan dengan para guru, dan menyapa anak-anak dengan senyum hangat. “Kegiatan ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang menanamkan rasa peduli sejak dini,” ucapnya. Baginya, menjadi Babinsa bukan sekadar menjaga keamanan, tapi juga memastikan kesejahteraan tumbuh bersama dalam kehidupan masyarakat binaan.

Antusiasme yang sama juga terlihat di sekolah lain. Di SMA Negeri 1 Tibawa dan SMP Negeri Satap 14 Tibawa, suasana begitu semarak. Para siswa menikmati makanan bergizi mereka dengan tertib dan penuh kegembiraan. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tibawa, Ahmad Sudir Umar, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa energi positif. “Anak-anak terlihat lebih semangat belajar setelah kegiatan ini. Ini bukti nyata perhatian pemerintah,” ujarnya. Pandangan senada diungkapkan oleh Basri Ambara, S.Pd., Kepala SMA Cendekia Tibawa, yang menilai kegiatan ini mempererat hubungan antara sekolah dan aparat kewilayahan.

Di sisi lain, dapur MBG masih berdenyut dengan aktivitas. Meskipun sebagian besar makanan telah disalurkan, Arisanti dan timnya belum beristirahat. Mereka menyiapkan paket khusus untuk kelompok penerima lain seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menu berbeda disajikan: jagung rebus, tahu kering, kacang goreng, salak, dan susu ultramilk untuk balita. Semuanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang sesuai kategori penerima manfaat.

Cakupan program MBG di Kecamatan Tibawa memang luas. Sebanyak 3.180 penerima manfaat tercatat hari itu mulai dari siswa TK hingga SMA, serta balita dan ibu hamil. Angka ini menggambarkan jangkauan besar program yang tidak hanya menyentuh sekolah-sekolah formal, tetapi juga keluarga muda yang membutuhkan dukungan gizi tambahan. Bagi masyarakat Tibawa, program ini bukan sekadar bantuan, tetapi bukti nyata bahwa negara hadir dalam kehidupan mereka.

Ketika kegiatan hampir selesai, suasana haru menyelimuti dapur MBG. Para petugas tampak lelah namun puas. Senyum Arisanti menandai rasa lega setelah melihat semua berjalan lancar. “Kami bekerja bukan untuk penghargaan, tapi karena kami ingin anak-anak tumbuh sehat,” katanya lembut. Ucapan sederhana itu mencerminkan semangat tulus yang menjadi jiwa dari seluruh kegiatan.

Menjelang siang, Koptu Manna menutup pendampingan dengan rasa bangga. Ia memandang halaman sekolah yang kini riuh oleh tawa anak-anak yang baru saja makan. Dalam pandangannya, kebahagiaan itu lebih berharga daripada apapun. “Kalau anak-anak tersenyum hari ini, berarti masa depan kita sedang dibangun,” tuturnya pelan sebelum berpamitan.

Kegiatan Makan Bergizi Gratis menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang manusia. Melalui pendampingan yang dilakukan Koptu Manna dan kolaborasi lintas sektor, program ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus. Dari dapur-dapur rakyat hingga ruang kelas sekolah, semangat gotong royong terus menyala. Indonesia sedang menulis masa depannya dengan tangan-tangan sederhana yang bekerja tanpa pamrih.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment