Dandim 1315 Kabupaten Gorontalo Hadiri Malam Dzikir Doa Dan Ceramah Agama Peringatan HUT Kabupaten Gorontalo.

By Sinthya Airin 25 Nov 2025, 06:38:19 WIB Berita Terkini
Dandim 1315 Kabupaten Gorontalo Hadiri Malam Dzikir Doa Dan Ceramah Agama Peringatan HUT Kabupaten Gorontalo.

Limboto, 24 November 2025 — Dalam balutan malam yang penuh keberkahan, gema dzikir menggema dari Masjid Agung Baiturrahman Limboto. Kegiatan Ceramah Agama serta Dzikir dan Doa memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Gorontalo ke-352 berlangsung khidmat, menghadirkan nuansa religius yang menguatkan kebersamaan antara pemerintah, Kodim 1315/Kab. Gorontalo, dan masyarakat.

Di antara barisan jamaah yang hadir, tampak Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.Ap., M.Sos., Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo, duduk berdampingan dengan jajaran pejabat daerah. Kehadiran perwira menengah TNI AD itu menjadi simbol sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di Bumi Serambi Madinah. Malam itu, langkah para pemimpin daerah menyatu dalam satu barisan doa, menundukkan kepala seraya memohon keberkahan kepada Allah SWT untuk masa depan Gorontalo yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.40 Wita itu turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah. Hadir Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, S.T., bersama Wakil Bupati H. Tonny S. Junus, serta Sekretaris Daerah Sugondo A. Makmur, S.Pd., M.H. Tampak pula Wakapolres Gorontalo Kompol Wanda Dhira Bernard, S.I.K., M.Si., CPHR., dan perwakilan Dansatradar 207 Kwandang Mayor Lek Rizki Nurachim, S.T. Dari unsur Kementerian Agama hadir Iswad Abdullah Pakaja, S.Ag., M.Si., bersama Ketua MUI Kabupaten Gorontalo Prof. Dr. Sofyan Kau, M.Ag., serta Habib Salim Aljufri selaku Ketua Majelis Rasulullah Provinsi Gorontalo.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema lembut, menembus kesunyian malam Limboto. Para jamaah terdiam, hanyut dalam lantunan kalamullah. Setelahnya, Sekda Kabupaten Gorontalo Sugondo A. Makmur menyampaikan sambutan mewakili Bupati dan Wakil Bupati. Dalam ucapannya, ia menekankan bahwa peringatan HUT ke-352 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merenung, mengevaluasi, dan memperkuat tekad bersama dalam membangun daerah yang berlandaskan nilai iman dan moral.

“Tiga ratus lima puluh dua tahun adalah masa yang panjang bagi Gorontalo. Banyak perubahan telah terjadi, dan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini, pembangunan diarahkan dengan navigasi iman sebuah keyakinan bahwa kemajuan daerah harus sejalan dengan kematangan spiritual dan mental masyarakatnya,” tutur Sugondo di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan dzikir dan doa malam itu sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menjaga kedamaian dan kemajuan daerah. “Mari kita berdoa agar daerah ini senantiasa diberi hidayah oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala musibah, dan diberkahi dengan pemimpin-pemimpin yang amanah,” sambungnya penuh harap.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Habib Salim Aljufri. Dalam tausiyahnya, Habib menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga keseimbangan pembangunan lahir dan batin. Ia mengingatkan bahwa umur panjang sebuah daerah tidak hanya diukur dari sejarahnya, melainkan dari seberapa besar masyarakatnya menjaga nilai-nilai luhur dan persaudaraan. “Kabupaten Gorontalo ini berdiri karena iman dan perjuangan. Maka menjaga iman dan persatuan adalah bentuk rasa syukur yang paling tinggi,” ujar Habib dengan suara lembut namun penuh makna.

Setelah ceramah, malam dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama. Suara takbir dan istighfar bergema serentak, menyelimuti Masjid Agung Baiturrahman dengan suasana haru dan damai. Para jamaah menundukkan kepala, beberapa bahkan menitikkan air mata. Dalam kesunyian malam itu, semua perbedaan luluh dalam satu ikatan yang sama: cinta terhadap daerah dan pengharapan kepada Sang Khalik.

Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi lintas elemen. Para tokoh agama, ASN, anggota TNI-Polri, hingga masyarakat umum tampak larut dalam kebersamaan. Tidak ada sekat jabatan, yang ada hanyalah semangat kebersamaan dalam berdoa untuk kemajuan Kabupaten Gorontalo.

Menjelang pukul 21.50 Wita, kegiatan ditutup dengan doa penutup dan harapan agar momentum ini menjadi titik awal bagi Kabupaten Gorontalo untuk terus tumbuh menjadi daerah yang religius, aman, dan makmur. Rangkaian acara berakhir dalam suasana penuh kekhidmatan dan rasa syukur.

Malam itu bukan sekadar penutup rangkaian peringatan, melainkan pembuka semangat baru bagi seluruh warga Gorontalo. Dzikir dan doa yang menggema di Masjid Agung Baiturrahman menjadi saksi kuatnya ikatan spiritual antara rakyat dan pemimpinnya. Dalam kebersamaan itu, terpatri tekad untuk terus melangkah maju membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga matang dalam keimanan dan kemanusiaan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment