Aktivis Jejak Puan Desak Pemerintah Tegas Tangani Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

By Sinthya Airin 10 Des 2025, 19:41:18 WIB Berita Terkini
Aktivis Jejak Puan Desak Pemerintah Tegas Tangani Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Gorontalo, 10 Desember 2025 — Aliansi Aktivis Perempuan dan Anak Jejak Puan menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Mapolda Gorontalo. Aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi tentang pentingnya keadilan dan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan di Provinsi Gorontalo.

 

Aksi ini digelar bertepatan dengan Hari HAM Internasional dan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Dengan spanduk dan poster bertuliskan tuntutan keadilan, mereka menyuarakan keresahan yang lama terpendam. Sorak semangat terdengar dari barisan massa yang mendesak perubahan nyata.

 

Koordinator Lapangan, Indira Lomban, memimpin jalannya aksi dengan tenang namun tegas. Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar simbol peringatan, tetapi wujud nyata dari kepedulian terhadap korban. Jejak Puan menolak diam atas ketidakadilan yang masih terjadi.

 

Dalam orasinya, para aktivis menyebut banyak korban kekerasan seksual belum memperoleh keadilan. Mereka menilai hukum sering kali berpihak pada pelaku, sementara penyintas dibiarkan memikul luka sendiri. Seruan keadilan menggema, menggetarkan hati siapa pun yang mendengar.

 

Mereka juga mengkritik praktik diskriminatif dalam proses hukum yang kerap menyalahkan korban. Para aktivis meminta aparat diberikan pelatihan khusus agar lebih sensitif terhadap isu gender dan trauma korban. Harapannya, hukum dapat menjadi pelindung, bukan ancaman bagi penyintas.

 

Tak hanya itu, peserta aksi turut menyoroti kasus pelecehan di lingkungan kampus yang kian marak. Banyak perkara berhenti di tengah jalan tanpa kejelasan penyelesaian. “Kami tidak menantang siapa pun, kami hanya menuntut keadilan bagi yang terluka,” ujar salah satu peserta dengan lantang.

 

Aksi yang berlangsung selama satu jam itu berjalan damai dan tertib. Para aktivis menjaga sikap hormat kepada aparat keamanan yang turut mengawal kegiatan. AKBP Mamshar Torada, S.E., M.H., selaku Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Gorontalo, turun langsung menemui massa aksi.

 

Dengan nada menenangkan, AKBP Mamshar menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang santun. Ia berjanji akan meneruskan tuntutan Jejak Puan kepada pimpinan sebagai bentuk tanggung jawab moral. Sikap terbuka itu menjadi jembatan dialog antara aparat dan masyarakat sipil.

 

Dari Gorontalo, Jejak Puan menegaskan perjuangan mereka tidak berhenti di sini. Melalui doa bersama di akhir aksi, mereka berharap suara perempuan terus menggema di ruang publik dan kebijakan. Karena bagi mereka, selama masih ada ketidakadilan, suara perempuan tidak akan pernah padam.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment